Friday, November 6, 2009

Memahamimu Melalui Buku

Ketika minggu kemarin ke togamas, niat saya membeli buku "tuesday with morrie" ato "the five people who meet in heaven". Buku itu udah di tangan. Belum jg ke kasir, masih berkeliling melihat-lihat. Sudah menjadi kebiasaan saya, mempertimbangkan buku untuk dibeli dgn melihat testimoninya. Ketika membaca testimoni sebuah buku, ada nama KH Hasan A. Sahal, nama yang tidak asing. Saya ambil buku itu, penasaran, sepertinya menarik. Hoho,.."the five people who meet in heaven" yg udah ditangan ga jd dibeli, akhirnya membawa pulang buku itu, "Negeri 5 Menara". Buku itu sudah selesai saya baca, so amazing. Saya jadi memahaminya dari buku itu.


N5M


Saya jadi paham ketika 6 tahun lalu, dia ngotot masuk ke sekolah itu, padahal ibu khawatir dengan penyakit asmanya. Mungkin dia sangat tertarik untuk sekolah disitu setelah berkali-kali TPAnya (Taman Pendidikan Al-quran) bolak-balik mengadakan kegiatan di pondok itu. Sistem pendidikan yang benar2 bagus dijelaskan rinci dibuku itu. Pasti allah telah menunjukkan jalan yang terbaik. Alhamdulillah sampai sekarang asmanya sembuh, dan semoga sembuh selamanya...


Nasib Permen dari Kasir


Penyikapan pemerintah karena banyaknya pengaduan dari masyarakat tentang uang kembalian yang diganti permen, mungkin kita pernah sebel juga ketika dapat kembalian permen, apalagi klo permen2 yang gak layak dikemut,..hehehe,..



080728_cartoon_6_a13340_p465


Pengalaman dapat kembalian permen ketika berbelanja di pasar swalayan rata-rata pernah kita alami. Kembalian dua atau tiga ratus rupiah biasanya diganti dengan permen atas inisiatif sepihak dari kasir. Penggunaan permen sebagai alat pengembalian terkadang membuat jengkel konsumen. Namun kalau mau protes langsung, kok rasanya tidak enak.


Wednesday, August 19, 2009

Salah 3

DSC00

Mereka adalah salah 3 dari orang-orang terbaik yang datang dalam hidup (mengambil istilahnya papah). Banyak yang telah dilalui bersama. Mulai dari maba sampai telat datang saat wisuda. Sekarang di saat semua mengejar mimpi di tempat masing-masing, 17 agustus kemarin kumpul di bandung. Yang dari Surabaya mengaku mendapat panggilan tugas negara dari Gedung sate (mungkin disuruh ngipasin satenya kali), yang dari BSD mengaku ingin bertemu artis dari banyuwangi (dan berbelanja sepertinya) dan dari Jakarta mo nonton film "Merantau" dan ketemu dengan anak-anaknya di bandung (hehehe,...bener gak siyy)


Sunday, August 9, 2009

Kelas B

Cerita tentang "Kelas B" ini saya ambil dari buku si cacing (cerita ke-7). Berikut cerita singkatnya:




Beberapa tahun yg lalu, sebuah penelitian di bidang pendidikan dilakukan di inggris. Di sebuah sekolah, ada dua kelas dengan siswa yang berumur sepantar. Pd akhir tahun ajaran, dilakukan ujian untuk pembagian kelas pd tahun berikutnya. Akan tetapi, hasil ujian tidak diumumkan, hanya kepala sekolah dan pakar psikologis saja yang mengetahui. Dlm kerahasiaan (hanya kepala sekolah dan pakar psikologis yang tahu), anak2 yang peringkat 1 ditempatkan dengan siswa peringkat 4,5,8,9,11.dst. Siswa dibagi menjadi 2 kelas dengan acak, diberi fasilitas yang sama, diajar dengan guru dengan kualitas yang sama. Semuanya dibuat setara mungkin, kecuali 1 hal : satu disebut "kelas A" dan satunya "kelas B". Semua orang berfikir bahwa, anak2 di kelas A adalah anak2 yang lebih cerdas dari anak2 di kelas B. Ketika akhir tahun lagi diadakan ujian, hasilnya diumumkan. Anak2 di kelas A menunjukkan prestasi yang lebih baik drpd anak2 kelas B. Anak2 di kelas A benar2 menjadi anak-anak kelas A (nomor), dan anak2 kelas B, walaupun setara pada tahun lalu, mereka menjadi anak-anak kelas B (nomor 2) sungguhan. Seperti apa mereka diperlakukan, seperti apa mereka dipercaya, demikianlah jadinya mereka.



Fenomena tersebut banyak terjadi dalam masyarakat kita, dan kadang saya sendiri men-judge diri saya termasuk dalam "kelas B". Kata-kata yang biasa muncul adalah kata-kata kurang bersyukur, putus asa, tidak percaya diri, berburuk sangka pada Sang Pencipta, dst. Pikiran2 ini yang akan membentuk kita. Padahal kita semua diciptakan terbaik oleh Sang Pencipta, so rasa syukurlah yang seharusnya kita panjatkan. Memaksimalkan segala potensi yang ada dan optimis bahwa kita bisa.

Teapot

AAAAAjzFWEcAAAAAASvH6QApakah bisa sebuah teko berisi teh ketika kita tuangkan ke gelas keluar kopi?


Secara logika tidak bisa,.


Ketika diri kita "berisi" ilmu, pengetahuan, akhlaq, wawasan yang baik, maka setiap sikap atau perbuatan maupun perkataan yang merupakan respon atas sesuatu hal, yang akan keluar adalah yang baik-baik pula.


Ketika kita berperilaku dan berkata yang buruk pada orang lain, bisa dikatakan bahwa begitu pulalah apa yang ada di dalam diri kita. Buruk!


Maka marilah membiasakan diri (karena kebiasaanlah yang membentuk kita) memperkaya diri kita dengan hal-hal yang baik dan bermanfaat.


--sebagai instropeksi diri--