Awalnya ingin sekali memindahkan semua perabot dari rumah lama
ke rumah baru, tapi setelah dipikir-pikir, gak jadi aja,..ya sudahlah...
Biarkan tiap rumah punya perabot dan karakternya masing-masing.
Yang penting tiap rumah bermanfaat :D
Stasiun madiun, 4 april 2010.
Keluarga kecil bahagia sejahtera, itu yang tampak dari kebersamaan itu. bapak, ibu, dua anak mereka. Anak yang lebih tua perempuan, dan adiknya laki-laki. Mereka bercengkrama sambil menunggu kereta yang menjemput si kakak. Dua bersaudara itu bercanda gurau, si adik minta dibeliin kaos kalau kakaknya pulang lagi nanti, si kakak menertawai adiknya yang tiap kali ke luar kota harus ditemani bapak karena belum diijinkan pergi sendiri. ibu hanya menemani dengan sesekali ikut tertawa bahagia. si bapak mondar-madir mencari tau jalur mana yang akan dilewati kereta kakak nantinya...subhanallah kebersamaan itu...sungguh menyenangkan...
Hari itu hari sabtu. Setelah menyelesaikan urusan di salman, saya membeli jus strawberry di depan kampus dan kemudian jalan menuju jalan Ir.Juanda untuk naik angkot menuju stasiun. Tak menunggu beberapa lama, angkot dago-sthall pun menghampiri. saya masuk dan setelah itu ada seorang ibu yang menggendong anak perempuan kecil dengan perban di kepala dan anak laki2 yang kira2 berumur 4tahun. dan cerita inipun dimulai :
Angkot berisi 7 orang di belakang, dua orang bule, klo dilihat dari logatnya mungkin dari rusia, dua orang bapak2, seorang ibu dan tentunya ibu beserta dua anaknya yang masuk angkot setelah saya td. Saya duduk persis di sebelah ibu itu. Setelah duduk dan menenangkan anaknya yang terus menangis, si ibu bilang ke sopir turun di stasiun dengan menyerahkan uang 1500, yaahh...tarif angkot yang tidak biasa untuk perjalanan dari kawasan dago ke stasiun, tentunya dengan sedikit percakapan si ibu dengan sopir dan pastinya dengan bahasa sunda yang saya belum paham betul artinya. Kemudian percakapan saya dan si ibu dimulai :
Ketika weekend kemarin ke tempat tatin di BSD, di hari minggunya kami penasaran untuk mencoba terapi ikan disalah satu pusat perbelanjaan. Awalnya ragu, ketika melihat tempatnya lumayan tertutup di pojok, akhirnya kami mencobanya. Sekilas tentang terapi ikan ini, namanya doctor fish. Diiklannya sih katanya si ikan berasal dari turki. Namanya Ikan garra rufa. Cara hidupnya berkelompok dengan jumlah bisa mencapai ribuan ekor. Ikannya kecil2 seperti ikan goreng yang pernah kami makan di salah satu warung makanan sunda di deket gasibu.
Hari itu hari yang biasa, gak ada yang spesial. Banyak yang harus dilakukan mulai pagi sampai sore.Pagi sampai siang aman dan terkendali. Kemudian setelah itu baterei HP habis dan mati. Gak sadar dgn apa yang akan terjadi, sore menjelang magrib nyampe kos. Setelah mandi dan sholat magrib, istirahat di kamar sambil dengerin liputan ttg kasus yang lagi ngetop2nya waktu itu : kriminalisasi KPK. Tiba-tiba pintu kamar ada yang ketok, dan ketika dibuka, huwaaaaaaa,....ada serbuan dari jakarta!!!!! Silih berganti mereka masuk kamar, doa-doa untukku pun terucap,...
Haru, kaget, bahagia jadi satu, apalagi setelah mendengar cerita heboh mereka menuju bandung dan "terlantarnya" mereka karena HPku gak bisa dihubungi dari siang. Keluarga imajinerku tercinta ini datang ke bandung dari tempat masing-masing. Adik nyampe di bandung paling awal, dan harus nunggu yang lain datang. Papah dan Bulek Tyas menyusul kemudian, mamah ndut dan mamah bul2 datang terakhir karena sedikit incident,..*mamah nduttt, adaaa aja,...*. Kemudian anak dunno entah "mimin" yg kebetulan lagi OJT di bandung ikut bergabung,..hemm,..perjalanan mereka semacam kisah reality show "kardus dan kresek". Hehehehe,...kayak yang di TV "koper dan ransel" itu. Sayangnya masih ada satu yang tertinggal di jakarta, yekti. Dan yang kemudian telpon minta maaf karena gak bs ikut acara "kardus dan kresek" ini hehehe,..luv u all,..