Wednesday, February 8, 2012

Satorare Syndrome

Untuk merasa lebih enak, penduduk Venus berkumpul bersama dan secara terbuka membicarakan kesulitan-kesulitan mereka.

Buku "Men are from Mars, Women are from Venus" halaman 23.

Begitulah kecenderungan para wanita ketika menghadapi sesuatu yang dirasanya berat. Curhat dan mengungkapkan apa yang dipikirnya, apa yang dirasanya. Sekarang, jejaring sosial menjadi sarana yang digunakan banyak wanita untuk mengungkapkan persoalannya. Bahkan kadang-kadang, hal yang pribadi pun tanpa sadar beredar di facebook atau twitter. Mungkin lupa kalau jejaring sosial adalah ranah publik yang siapa pun bisa mengakses.


Monday, February 6, 2012

3S : Selai Sambel Sate

Barusan saya membersihkan beberapa foto di galeri HP. Weww..ternyata kebanyakan foto di HP saya adalah foto makanan. Salah satunya yang ini nih :



Sunday, February 5, 2012

Surprise

Pagi yang cerah, di depan laptop ditemani wafer superstar favorit, dulunya sih namanya superman. Wafer dengan bungkus warna orange. Saya masih menunggu sekitar 2jam lagi untuk bersiap-siap berangkat. Ada acara yang mulainya jam11-17. Blog Walking, mengecek email dan tab terakhir adalah dashboard blog saya. Klik New, kemudian Post. Menulis ini, dan Publish. Kemudian yang ini. Tapi sedikit aneh dengan tulisan saya yang kedua. Sebenarnya endingnya bukan begitu inginnya. Ada something yang akan saya sampaikan. Karena setelah selesai menulis paragraf 2, tiba-tiba ada sms masuk ke hp saya : Lagi maem di depan MBA-ITB.


Hah? kaget campur bahagia. Sms dari adik saya. Reflek, menulis bagian akhir yang muncul tiba-tiba, dan yang lebih aneh, memberi judul "Random". Lalu saya ke kamar mandi, mematikan laptop, dan berangkat ke gelap nyawang.


Random

Alhamdulillah sabtu kemarin saya sibuk. Setelah subuh, saya mengecek adik saya yang sedang tour di jawa barat, siapa tahu bisa bertemu atau bahkan menculiknya dari rombongan. Hasilnya nihil, pagi itu dia masih di ciater, seharian bakal outbound di ciwangun lembang, ahadnya akan ke pesantren darussalam Tasik, kemudian ke Ciamis. Pupus sudah harapan. Kemudian menelfon ibu saya, sejam lamanya. Lalu sarapan, mencuci dan mandi. Jam 8.40 sudah keluar kos, sabtu saya kembali berwarna, berangkat lebih pagi daripada hari kerja.


Acaranya jam9. Sholat dhuha di tempat acara, karena berangkatnya buru-buru, sudah ditunggu teman saya. Acara selesai jam11.30, kemudian saya ke Masjid Salman, lalu ke jalan Pahlawan, kelas tahsin lanjutan jam13.00. Daaan..masuk pertama di kelas ini saya sudah telat 15menit. Kelas baru, teman-teman baru dan pengajar baru. Setelah dari situ, saya mampir ke toga mas, niat awalnya cuma ingin membeli alat tulis. Masuk toga mas langsung fokus ke belakang, di bagian alat tulis. Selesai memilih, langsung menuju ke kasir. Eh, saya ingat sesuatu, titipan buku ibu saya, lihat-lihat siapa tahu memang ada. Ternyata berimbas "buruk", buku pesanan ibu saya tidak ketemu, saya ke kasir malah menenteng buku Asmanadia yang baru "17 catatan Hati : Ummi". Dengan berdalih, bulan ini kan belum beli buku , iya, cocok banget kalau kalimat ini diucapkan akhir bulan, tapi kemarin itu kan masih tanggal 4. Haha..heran. Gak papa lah, hitung-hitung investasi ilmu dan amal. Demi tujuan membuat perpustakaan kecil di rumah ponorogo, yang sekarang peminatnya sudah banyak, ibu, bapak, sepupu-sepupu, bu dhe, pak dhe :).


Alhamdulillah, jam16 sudah di kos. Apa kesibukan menurut anda? Bagi saya, sibuk itu ketika kita banyak bergerak, banyak input, banyak bertemu orang, dan tentunya banyak outputnya juga.

Allah Maha Tahu

"yang sabar yaa, Allah Maha Tahu", kalimat itulah yang beberapa bulan lalu sering saya dapat dari orang-orang dengan jari-jari terpendek dalam lingkaran hidup saya. Pertama kali menerima kalimat itu, pastinya dari ibu saya, di ujung telefon sana. Efek awalnya membuat sesak dan panas di mata. Begitu juga ketika kalimat itu datang dari sahabat-sahabat saya, di ujung yahoo messenger sana. Efek yang ditimbulkannya masih sama, sesak dan panas di mata.


Namun, seiring berjalannya waktu, kalimat itulah yang sangat menguatkan. Ketika saya mempertanyakan kenapa begini, kenapa begitu, kenapa harus terjadi pada saya, kenapa bukan orang yang ini atau yang itu, dan kalimat yang muncul setelah serentetan pertanyaan itu adalah "aah sudahlah, Engkau Maha Tahu yaa Allah", dengan tersenyum tanpa sesak dan memanasnya mata. Begitulah dasyatnya kalimat ini bagi saya, dengan berkata seperti itu memang tidak menjawab semua pertanyaan saya, tapi membuat saya berhenti bertanya. Sudahlah, Engkau Maha Tahu ya Allah. :)